SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) menyusul meningkatnya jumlah kasus yang terdeteksi di wilayah tersebut. Selain memperluas layanan skrining dan pengobatan, pemerintah daerah juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat aktivitas berisiko.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, hingga April 2026 jumlah Orang dengan HIV (ODHIV) mencapai 7.129 orang, meningkat 215 kasus dibandingkan akhir tahun 2025 yang tercatat sebanyak 6.914 kasus. Kecamatan Porong dan Krian menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Hinu Trisulistijorini, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan bertambahnya penularan baru. Menurutnya, semakin luasnya layanan skrining dan deteksi dini membuat lebih banyak kasus yang sebelumnya tidak teridentifikasi kini berhasil ditemukan sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan.
Pemkab Perkuat Pencegahan dan Pengobatan
Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Sidoarjo terus memperluas berbagai program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS. Langkah yang dilakukan antara lain memperluas layanan tes HIV di puskesmas dan rumah sakit, meningkatkan kegiatan skrining melalui layanan mobile visit, memastikan ketersediaan terapi antiretroviral (ARV), serta memperkuat edukasi mengenai pencegahan HIV kepada masyarakat.
Pemerintah juga menggandeng Delta Crisis Center (DCC) Sidoarjo, rumah sakit, klinik, organisasi masyarakat, serta Paguyuban Remaja Peduli HIV/AIDS (Parpas) dalam kegiatan penyuluhan, pendampingan ODHIV, hingga penemuan kasus secara aktif.
Selain itu, Dinas Kesehatan terus mengampanyekan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara sukarela, terutama bagi kelompok yang memiliki faktor risiko, agar infeksi dapat diketahui sejak dini dan segera mendapatkan terapi.
Wabup Mimik Turun Langsung ke Lokasi Berisiko
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana turun langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas berisiko.
Pada awal Juli 2026, Mimik bersama Satpol PP, aparat kecamatan, tenaga kesehatan, dan unsur Forkopimka melakukan sidak di kawasan Tol HK, Kecamatan Jabon. Dalam operasi tersebut, petugas mendata puluhan pekerja tempat hiburan dan lady companion (LC) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk skrining HIV/AIDS sebagai langkah deteksi dini.
Tidak berhenti di Jabon, sidak juga diperluas ke sejumlah wilayah lain, seperti Krian, Krembung, dan Lebo. Operasi tersebut menyasar warung remang-remang, tempat karaoke, serta lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas berisiko.
Menurut Mimik Idayana, kegiatan tersebut bukan semata-mata penegakan peraturan daerah, tetapi juga bertujuan melindungi kesehatan masyarakat melalui pendekatan preventif. Pemerintah ingin memastikan masyarakat yang berisiko memperoleh akses pemeriksaan kesehatan, edukasi, serta pendampingan apabila diperlukan.
DPRD Dorong Rencana Aksi Daerah
Peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS juga menjadi perhatian DPRD Kabupaten Sidoarjo. Komisi D DPRD mendorong Pemkab segera menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) sebagai pedoman penanggulangan HIV/AIDS secara terpadu.
Melalui RAD tersebut, penanganan HIV diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga komunitas pemuda agar upaya pencegahan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Edukasi dan Hilangkan Stigma
Pemerintah menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui kontak sehari-hari, seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, maupun menggunakan fasilitas umum bersama. Penularan hanya terjadi melalui jalur tertentu, seperti hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman, atau dari ibu ke bayi tanpa penanganan medis.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak memberikan stigma kepada Orang dengan HIV (ODHIV). Dengan terapi antiretroviral (ARV) yang dijalani secara rutin, ODHIV dapat hidup sehat, produktif, dan memiliki risiko penularan yang sangat rendah.
Pemkab Sidoarjo berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, serta partisipasi aktif masyarakat dapat menekan angka penularan HIV/AIDS sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini dan perilaku hidup sehat.
Sumber
-
DPRD Provinsi Jawa Timur – Lonjakan HIV/AIDS di Sidoarjo, DPRD Jatim Soroti Faktor Pergaulan
https://dprd.jatimprov.go.id/berita/15722/lonjakan-hiv-aids-sidoarjo-dprd-jatim-soroti-faktor-pergaulan -
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo – Wabup Mimik Idayana Sidak PKL dan Tempat Karaoke di Kawasan Tol HK Jabon
https://www.sidoarjokab.go.id/berita/detail/1783306564/0 -
Radar Sidoarjo – Komisi D DPRD Sidoarjo Dorong Pemda Susun Rencana Aksi Daerah Penanggulangan HIV/AIDS
https://radarsidoarjo.jawapos.com/kota-delta/2606080002/komisi-d-dprd-sidoarjo-dorong-pemda-segera-susun-rencana-aksi-daerah-soal-penanggulangan-kasus-hivaids -
Akurat Jatim – Kasus HIV/AIDS di Sidoarjo Mencapai 7.129 Kasus
https://jatim.akurat.co/news/863120/kasus-hiv-aids-di-sidoarjo-mencapai-7-219-terbanyak-di-dua-kecamatan-ini