Key Highlights
- Petrokimia Gresik rayakan ulang tahun ke-54 dengan pagelaran wayang kulit istimewa.
- Acara ini bertujuan utama untuk mendorong dan mendukung regenerasi dalang muda dan cilik.
- Inisiatif ini menegaskan komitmen perusahaan dalam melestarikan seni budaya bangsa Indonesia.
Melestarikan Warisan Leluhur Melalui Seni Pewayangan
PT Petrokimia Gresik, salah satu produsen pupuk dan bahan kimia terkemuka di Indonesia, merayakan hari ulang tahunnya yang ke-54 dengan cara yang tak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna budaya. Sebuah pagelaran wayang kulit spektakuler digelar, bukan hanya sebagai pesta, melainkan sebagai wujud nyata komitmen perusahaan terhadap pelestarian budaya bangsa.
Inisiatif ini secara spesifik ditujukan untuk mendorong dan mendukung regenerasi dalang muda dan cilik, memastikan seni pewayangan tetap lestari di tengah gempuran modernisasi dan perubahan zaman.
Kolaborasi Dalang Lintas Generasi
Pagelaran yang berlangsung meriah ini menampilkan kolaborasi apik antara dalang senior kondang, Ki Manteb Soedharsono, bersama Ki Cahyo Kuntadi, dan yang paling menarik perhatian adalah penampilan dalang cilik berbakat. Mereka dengan apik membawakan lakon 'Wahyu Katentreman', sebuah cerita yang relevan dengan nilai-nilai ketenteraman dan keharmonisan hidup.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya. “Wayang kulit adalah cerminan kearifan lokal kita. Sudah menjadi tugas kita bersama, termasuk Petrokimia Gresik, untuk memastikan seni adiluhung ini terus hidup dan dicintai oleh generasi mendatang,” ujarnya dengan penuh semangat.
Masa Depan Wayang Kulit di Tangan Dalang Muda
Dukungan terhadap dalang cilik menjadi pilar utama dari perayaan HUT ke-54 ini. Dengan memberikan panggung kepada mereka, Petrokimia Gresik berharap dapat memicu minat dan semangat anak-anak serta remaja untuk belajar dan menekuni profesi dalang. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi kelangsungan seni tradisi yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
Langkah ini tidak hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam bidang kebudayaan. Petrokimia Gresik secara konsisten menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan masyarakat melalui berbagai program, termasuk pelestarian seni dan budaya daerah.
Antusiasme Masyarakat dan Dampak Sosial
Ribuan pasang mata tampak antusias menyaksikan setiap gerak wayang dan dialog yang dibawakan. Kehadiran dalang cilik menambahkan nuansa segar dan optimisme bahwa wayang kulit memiliki masa depan cerah di tangan generasi penerus. Antusiasme penonton menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi masih memiliki tempat di hati masyarakat.
Upaya serupa dalam memajukan daerah juga terlihat pada proyek-proyek infrastruktur penting, seperti Jembatan Perintis Garuda Jambuwok yang progresnya mencapai 92 persen, menunjukkan komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan. Pagelaran wayang kulit ini menegaskan kembali peran strategis Petrokimia Gresik, tidak hanya sebagai pendorong ekonomi, tetapi juga sebagai pelindung dan pelestari budaya.
FAQ
Apa tujuan utama pagelaran wayang kulit HUT ke-54 Petrokimia Gresik?
Tujuan utamanya adalah untuk mendorong dan mendukung regenerasi dalang muda dan cilik, serta melestarikan seni wayang kulit sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.Bagaimana Petrokimia Gresik menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian budaya?
Melalui pagelaran wayang kulit ini, Petrokimia Gresik memberikan panggung bagi dalang senior dan dalang cilik, mempromosikan seni pewayangan kepada generasi muda, dan menjadikan inisiatif ini sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang kebudayaan.