Key Highlights
- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif UIN Madura sukses melaksanakan seminar literasi digital.
- Kegiatan ini menyasar warga Desa Bunder, Kecamatan Proppo, Pamekasan, untuk meningkatkan pemahaman teknologi.
- Fokus edukasi mencakup keamanan siber, identifikasi berita palsu, dan pemanfaatan digital yang positif.
Pamekasan, Madura – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif Universitas Islam Negeri (UIN) Madura belum lama ini menuntaskan program edukasi penting di Desa Bunder, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Inisiatif tersebut berbentuk seminar literasi digital yang dirancang untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi era digital yang terus berkembang.
Acara yang berlangsung di balai desa setempat itu dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, pemuda, hingga perangkat desa. Keterlibatan aktif ini mencerminkan antusiasme warga Desa Bunder untuk memperdalam pemahaman mereka tentang dunia maya.
Meningkatkan Kewaspadaan di Dunia Maya
Koordinator KKN Integratif UIN Madura di Desa Bunder, Muhammad Fahmi, menyatakan bahwa seminar ini merupakan respons atas semakin masifnya penggunaan internet di kalangan masyarakat. Namun, peningkatan akses digital juga dibarengi dengan risiko seperti penyebaran informasi palsu (hoaks) dan kejahatan siber.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kewaspadaan warga Desa Bunder terhadap potensi bahaya di dunia maya,” ujar Fahmi. “Kami berharap mereka bisa lebih kritis dalam menerima informasi dan bijak dalam berinteraksi di platform digital.”
Materi yang disampaikan dalam seminar meliputi identifikasi berita hoaks, etika bermedia sosial, pentingnya privasi data pribadi, serta tips aman berbelanja daring. Para mahasiswa KKN menggunakan metode interaktif, termasuk sesi tanya jawab dan simulasi kasus, agar materi mudah dipahami oleh peserta.
Pemanfaatan Digital untuk Kemajuan Desa
Selain aspek keamanan, seminar juga menyoroti potensi positif dari pemanfaatan teknologi digital. Para mahasiswa KKN UIN Madura mengajak warga untuk melihat internet sebagai alat yang dapat memajukan ekonomi lokal, seperti melalui pemasaran produk UMKM secara daring atau akses informasi pertanian yang lebih modern.
“Literasi digital bukan hanya soal menghindari bahaya, tetapi juga bagaimana kita bisa memaksimalkan manfaat teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup,” tambah salah satu pemateri dari tim KKN. Mereka juga membahas cara mencari informasi bermanfaat secara daring, termasuk informasi kesehatan dan gaya hidup. Pentingnya mengetahui tips awet muda secara alami, misalnya, bisa diakses dengan mudah melalui internet jika warga memiliki literasi digital yang memadai.
Respons dari warga Desa Bunder sangat positif. Banyak peserta yang mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan pemahaman baru dan merasa lebih percaya diri dalam menggunakan internet setelah mengikuti seminar ini. Mereka juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
🗣️ Share Your Opinion!
Menurut Anda, seberapa penting literasi digital bagi kemajuan masyarakat di pedesaan saat ini?
Untuk informasi dan berita terkini lainnya, ikuti Azka.id.