Polemik 'Rapat Sirkus' Makin Panas, Deddy Sitorus Dilaporkan ke MKD DPR

Anggota DPR Deddy Sitorus dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR usai menyebut rapat di Senayan seperti sirkus dan menolak meminta maaf.

Azka
Azka Verified Media or Organization • 11 May, 2026 Chief Editor
Jul 31, 2026 • 2:35 PM  0
A
Azka.id
BREAKING
Azka
14 hours ago
Polemik 'Rapat Sirkus' Makin Panas, Deddy Sitorus Dilaporkan ke MKD DPR
Anggota DPR Deddy Sitorus dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR usai menyebut rapat di Senayan seperti sirkus dan menolak meminta maaf.
Full Story: https://azka.id/s/62ae5f
https://azka.id/s/62ae5f
Copied
Polemik 'Rapat Sirkus' Makin Panas, Deddy Sitorus Dilaporkan ke MKD DPR
AI generated image via Pexels - Topic: Polemik 'Rapat Sirkus' Makin Panas, Deddy Sitorus Dilaporkan ke MKD DPR

Key Highlights

  • Anggota DPR Deddy Sitorus dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
  • Pelaporan ini menyusul pernyataannya yang menyamakan suasana rapat di DPR dengan sirkus.
  • Deddy Sitorus menegaskan tidak akan meminta maaf atas ucapan kontroversialnya.

Pernyataan Kontroversial Memicu Laporan

Suasana panas di lingkungan parlemen kembali mencuat. Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Sitorus, kini harus berhadapan dengan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) setelah dilaporkan secara resmi. Laporan tersebut diajukan menyusul pernyataan kontroversialnya yang menyebut suasana rapat di Senayan mirip dengan pertunjukan sirkus.

Pernyataan ini bukan hanya memicu perdebatan, tetapi juga dianggap telah merendahkan martabat institusi Dewan Perwakilan Rakyat. Deddy Sitorus sendiri telah berulang kali menegaskan sikapnya untuk tidak menarik ucapannya maupun menyampaikan permintaan maaf.

Penolakan Maaf dan Alasan Pelaporan

Sikap keras Deddy Sitorus untuk tidak meminta maaf menjadi salah satu pemicu utama pelaporan ini. Amsarullah, seorang warga yang mewakili masyarakat, adalah pihak yang melayangkan aduan tersebut ke MKD DPR pada Jumat (26/1). Menurut Amsarullah, pernyataan Deddy Sitorus yang dilontarkan di media massa telah merendahkan harkat dan martabat anggota dewan serta lembaga DPR secara keseluruhan.

Laporan ini didasarkan pada Pasal 10 Peraturan DPR RI Nomor 2 Tahun 2015 tentang Kode Etik Dewan. Amsarullah berharap MKD dapat segera memproses laporan ini dan memberikan sanksi yang sesuai jika terbukti ada pelanggaran etik.

Dampak Terhadap Kehormatan Lembaga

Pernyataan "rapat sirkus" oleh Deddy Sitorus bukan hanya sekadar kritik, tetapi dianggap telah menyentuh ranah etika. Dalam pandangan pelapor, penggunaan metafora sirkus menciptakan citra negatif yang dapat mengikis kepercayaan publik terhadap kinerja parlemen. Hal ini tentu menjadi sorotan serius di tengah tuntutan masyarakat akan transparansi dan profesionalisme para wakil rakyat.

Debat publik mengenai kebebasan berpendapat versus kepatutan dalam berucap di kalangan pejabat publik kian menghangat. Di satu sisi, ada desakan untuk menjaga etika, sementara di sisi lain, kebebasan berekspresi juga merupakan hak yang dijamin.

Sikap Deddy Sitorus: Tidak Akan Mundur

Deddy Sitorus sendiri tetap teguh pada pendiriannya. Ia merasa tidak ada yang perlu dimaafkan dari pernyataannya. Menurutnya, penggunaan istilah "sirkus" adalah bentuk ekspresi untuk menggambarkan dinamika tertentu yang ia amati dalam beberapa rapat di DPR. Anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan ini menantang pihak-pihak yang melaporkannya untuk membuktikan pelanggaran etik yang dimaksud.

Sikapnya yang vokal ini mungkin mencerminkan kekuatan dan kelemahan kepribadian ekstrovert yang seringkali berani menyuarakan pandangannya secara terbuka.

Langkah Selanjutnya di MKD

Setelah laporan diterima, MKD DPR akan melakukan verifikasi awal terhadap aduan tersebut. Proses ini meliputi pemeriksaan kelengkapan berkas dan substansi laporan. Jika laporan dinyatakan memenuhi syarat, MKD akan melanjutkan ke tahap persidangan untuk mendengarkan keterangan dari pelapor, terlapor, dan pihak terkait lainnya. Keputusan MKD nantinya akan menentukan apakah Deddy Sitorus terbukti melanggar kode etik dan sanksi apa yang akan diberikan.

Polemik ini menjadi pengingat penting akan standar etika yang harus dijunjung tinggi oleh para anggota dewan. Masyarakat menantikan bagaimana MKD akan menyikapi kasus ini, mengingat dampaknya terhadap citra lembaga perwakilan rakyat di mata publik. Harapan akan parlemen yang efektif dan berintegritas terus digaungkan, seiring dengan kemajuan teknologi yang menawarkan solusi cerdas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam upaya mewujudkan Smart Home untuk masa depan yang lebih baik.

🗣️ Bagaimana pendapat Anda mengenai polemik ini dan pernyataan yang dilontarkan oleh Deddy Sitorus?

Tetap ikuti Azka.id untuk perkembangan berita ini.

favorite Follow us for the latest updates:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0

Azka Verified Media or Organization • 11 May, 2026 Chief Editor

Admin hanya orang biasa yang kebetulan suka membuat website dan telah mengelola puluhan website dengan berbagai niche.

Terverifikasi

Seedbacklink

Rekomendasi Artikel

amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu