Presiden Prabowo Sebut Mohammad Noer sebagai Mentor, Begini Perjalanan Eks Gubernur Jatim dari Sumenep hingga Jadi Tokoh Nasional

Kisah Mohammad Noer, mantan Gubernur Jawa Timur yang disebut sebagai mentor Prabowo, dari pegawai magang di Sumenep hingga menjadi tokoh nasional.

Azka
Azka Verified Media or Organization • 11 May, 2026 Chief Editor
Aug 9, 2026 • 8:13 AM | Sumenep  0
A
Azka.id
BREAKING
Azka
3 hours ago
Presiden Prabowo Sebut Mohammad Noer sebagai Mentor, Begini Perjalanan Eks Gubernur Jatim dari Sumenep hingga Jadi Tokoh Nasional
Kisah Mohammad Noer, mantan Gubernur Jawa Timur yang disebut sebagai mentor Prabowo, dari pegawai magang di Sumenep hingga menjadi tokoh nasional.
Full Story: https://azka.id/s/ba4da3
https://azka.id/s/ba4da3
Copied
Presiden Prabowo Sebut Mohammad Noer sebagai Mentor, Begini Perjalanan Eks Gubernur Jatim dari Sumenep hingga Jadi Tokoh Nasional

Madura – Presiden Prabowo Subianto menyebut nama Mohammad Noer sebagai salah satu sosok yang pernah memberikan pengaruh dalam perjalanan hidupnya. Sosok yang dimaksud bukan orang sembarangan. Mohammad Noer merupakan mantan Gubernur Jawa Timur yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pemerintahan di provinsi tersebut.

Pernyataan Prabowo mengenai Mohammad Noer kembali menarik perhatian karena hubungan keduanya memperlihatkan adanya lintas generasi dalam perjalanan kepemimpinan. Mohammad Noer merupakan tokoh senior yang telah lebih dahulu berkiprah di pemerintahan ketika Prabowo masih muda.

Lalu, siapa sebenarnya Mohammad Noer?

Mohammad Noer, Tokoh Asal Madura

Mohammad Noer lahir di Sampang, Madura, pada 13 Januari 1918. Ia kemudian menempuh pendidikan yang mengantarkannya ke dunia pemerintahan.

Setelah menyelesaikan pendidikan MOSVIA (Middelbare Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren) di Magelang, Mohammad Noer memulai karier pemerintahan dari bawah.

Ia tidak langsung menjadi pejabat tinggi.

Pada 1 Juli 1939, Mohammad Noer mulai bekerja sebagai pegawai magang di Kantor Kabupaten Sumenep. Saat itu usianya sekitar 21 tahun.

Masa tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya sebagai seorang pamong praja.

Sebagai lulusan pendidikan pemerintahan, ia mulai mengenal secara langsung dunia birokrasi di tingkat kabupaten. Dari Sumenep, perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke Kawedanan Ambunten, Sumenep.

Pengalaman pada fase awal tersebut menjadi bagian dari proses panjang yang kemudian membawanya menduduki berbagai jabatan pemerintahan.

Dari Sumenep ke Bangkalan

Setelah menjalani masa awal kariernya di Sumenep, Mohammad Noer melanjutkan pengabdiannya di wilayah Madura lainnya.

Kariernya berkembang hingga ia dipercaya menjadi Mantri Kabupaten Bangkalan. Dari sana, tanggung jawab yang diembannya semakin besar.

Ia kemudian menduduki berbagai jabatan pemerintahan hingga akhirnya dipercaya menjadi Bupati Bangkalan.

Pengalaman tersebut membuat Mohammad Noer memahami persoalan pemerintahan sekaligus kehidupan masyarakat Madura dari dekat.

Kariernya tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia melewati berbagai jenjang pemerintahan sejak posisi pegawai magang hingga menjadi kepala daerah.

Naik ke Tingkat Provinsi

Pengalaman panjang di pemerintahan Madura kemudian mengantarkan Mohammad Noer ke tingkat yang lebih tinggi.

Ia dipercaya menjadi Pembantu Gubernur Jawa Timur untuk wilayah Madura sebelum akhirnya menduduki posisi Gubernur Jawa Timur.

Pada 1967, Mohammad Noer mulai memimpin Jawa Timur.

Ia kemudian menjabat sebagai gubernur hingga 1976.

Hampir satu dekade memimpin Jawa Timur membuat Mohammad Noer menjadi salah satu figur penting dalam sejarah pemerintahan provinsi tersebut.

Memimpin Jawa Timur

Ketika memimpin Jawa Timur, Mohammad Noer menghadapi kondisi Indonesia yang sedang mengalami perubahan besar.

Pembangunan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Namun bagi Mohammad Noer, pembangunan juga harus menyentuh masyarakat kecil.

Salah satu ungkapan yang lekat dengan kepemimpinannya adalah “Agawe Wong Cilik Melu Gumuyu”, yang menggambarkan gagasan agar masyarakat kecil turut merasakan hasil pembangunan.

Ia juga dikenal memiliki pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Pengalaman panjangnya sebagai birokrat dari tingkat bawah membuatnya memahami bahwa persoalan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari ruang kantor pemerintahan.

Gagasan Besar untuk Madura

Mohammad Noer juga dikenal memiliki perhatian terhadap pembangunan Madura.

Salah satu gagasan yang kemudian dikaitkan dengan dirinya adalah keinginan untuk menghubungkan Madura dengan Surabaya melalui jembatan.

Gagasan tersebut kemudian berkembang hingga terwujudnya Jembatan Suramadu, yang kini menjadi salah satu infrastruktur penting yang menghubungkan Pulau Madura dengan Pulau Jawa.

Bagi masyarakat Madura, konektivitas tersebut memiliki arti besar bagi pergerakan orang, barang, pendidikan dan kegiatan ekonomi.

Setelah Menjadi Gubernur

Usai menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Timur pada 1976, Mohammad Noer kembali dipercaya menjalankan tugas negara.

Ia kemudian menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis.

Perjalanan tersebut memperlihatkan luasnya pengalaman Mohammad Noer. Ia bukan hanya berpengalaman dalam pemerintahan daerah, tetapi juga dipercaya menjalankan tugas diplomatik mewakili Indonesia di luar negeri.

Mengapa Mohammad Noer Berarti bagi Prabowo?

Dalam perjalanan hidup Prabowo, Mohammad Noer berada pada posisi sebagai salah satu tokoh senior yang memberikan pengaruh dan pandangan.

Pengalaman Mohammad Noer sebagai pamong praja selama puluhan tahun tentu menjadi sesuatu yang berbeda dari pengalaman generasi Prabowo.

Ia mengalami perjalanan panjang mulai dari pemerintahan tingkat kabupaten, memimpin Bangkalan, memimpin wilayah Madura, menjadi Gubernur Jawa Timur, hingga menjalankan tugas sebagai diplomat.

Ketika Prabowo menyebut Mohammad Noer sebagai mentor, sosok tersebut kembali dikenang bukan hanya sebagai mantan gubernur, tetapi sebagai figur senior yang memiliki pengalaman kepemimpinan dan pengabdian yang panjang.

Perjalanan yang Dimulai dari Sumenep

Ada bagian menarik dari perjalanan hidup Mohammad Noer yang sering luput dari perhatian.

Sebelum dikenal sebagai Gubernur Jawa Timur dan diplomat Indonesia, ia adalah seorang pemuda yang baru menyelesaikan pendidikan pemerintahan dan kemudian memulai karier sebagai pegawai magang di Kantor Kabupaten Sumenep pada 1939.

Dari posisi tersebut, ia menjalani proses panjang dalam birokrasi.

Sumenep menjadi salah satu titik awal perjalanan profesionalnya sebelum kemudian ia melanjutkan karier ke Ambunten, Bangkalan, dan berbagai posisi pemerintahan lainnya.

Perjalanan itu menunjukkan bahwa Mohammad Noer membangun kariernya secara bertahap.

Ia tidak tiba-tiba berada di puncak kekuasaan. Ia memulai dari bawah, mengumpulkan pengalaman, kemudian mendapatkan kepercayaan yang semakin besar.

Jejak yang Tetap Dikenang

Mohammad Noer meninggal dunia pada 16 April 2010.

Namanya tetap menjadi bagian dari sejarah Jawa Timur dan Madura.

Bagi Jawa Timur, ia dikenang sebagai gubernur yang memimpin pada periode penting pembangunan daerah. Bagi masyarakat Madura, ia merupakan salah satu putra daerah yang berhasil menempuh perjalanan panjang hingga ke tingkat nasional.

Dan bagi Prabowo Subianto, Mohammad Noer merupakan sosok senior yang disebut sebagai mentor.

Menariknya, perjalanan panjang tersebut bermula bukan dari jabatan gubernur atau posisi politik tinggi, melainkan dari sebuah masa magang di Kantor Kabupaten Sumenep pada 1939.

Dari Sumenep, perjalanan itu terus berlanjut hingga Mohammad Noer menjadi Bupati Bangkalan, Gubernur Jawa Timur, dan akhirnya dipercaya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Prancis.

Kisah tersebut menjadi gambaran bagaimana seorang pemuda dari Madura membangun kariernya selama puluhan tahun hingga akhirnya menjadi salah satu tokoh yang dikenang dalam sejarah Jawa Timur dan disebut memiliki pengaruh dalam perjalanan hidup Presiden Prabowo Subianto.

smart_toy
robot_2

Konten Ini Dibuat dengan Bantuan AI

info Peringatan: Artikel ini telah ditandai sebagai konten yang dihasilkan oleh AI (kecerdasan buatan). Artikel ini mungkin ditulis, baik seluruhnya maupun sebagian, menggunakan alat kecerdasan buatan seperti ChatGPT, DeepSeek, Gemini, atau melalui sistem penulisan AI milik Azka.id. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian isi, pembaca disarankan untuk memahami bahwa konten ini dibuat dengan bantuan teknologi otomatis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0

Azka Verified Media or Organization • 11 May, 2026 Chief Editor

Admin hanya orang biasa yang kebetulan suka membuat website dan telah mengelola puluhan website dengan berbagai niche.

Terverifikasi

Seedbacklink

Rekomendasi Artikel

amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu