Key Highlights
- Ribuan warga antusias mengikuti Tradisi Rombekan di Desa Kauman, Mojokerto.
- Tebar uang dari atap rumah menjadi puncak simbol syukur masyarakat.
- Tradisi ini mempererat kebersamaan dan merayakan hasil panen melimpah.
Desa Kauman di Mojokerto, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Tradisi Rombekan. Sebuah pemandangan langka dan penuh keriaan terjadi saat ribuan warga, mulai dari anak-anak hingga dewasa, berkumpul untuk menantikan momen tebar uang dari atas atap rumah warga. Suasana begitu hidup, dipenuhi tawa dan teriakan gembira.
Tradisi Rombekan ini bukanlah sekadar hiburan semata. Ia mengandung makna filosofis yang mendalam, yakni sebagai simbol rasa syukur (syukuran) atas melimpahnya rezeki, hasil panen yang baik, serta keselamatan dan kesehatan yang telah dilimpahkan Tuhan. Acara ini secara rutin diselenggarakan oleh masyarakat setempat, terutama setelah musim panen tiba.
Puncak kemeriahan terlihat ketika sejumlah warga naik ke atap rumah. Mereka mulai menebar lembaran uang kertas, pecahan seribuan hingga sepuluh ribuan, ke arah kerumunan massa di bawah. Sontak, suasana menjadi riuh rendah. Warga berebut untuk mendapatkan bagian, bukan semata karena nilai uangnya, tetapi lebih pada keberkahan yang dipercaya menyertainya.
Bagi warga Desa Kauman, tradisi ini adalah warisan leluhur yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai wujud syukur, Rombekan juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Antusiasme yang tinggi setiap tahunnya membuktikan betapa kuatnya ikatan budaya dalam kehidupan masyarakat.
Persiapan untuk Tradisi Rombekan ini biasanya sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Warga bergotong royong membersihkan lingkungan dan menyiapkan segala keperluan. Semangat kebersamaan seperti ini juga terlihat dalam berbagai acara komunal lainnya, seperti saat masyarakat terlibat dalam persiapan Muktamar NU di Jombang, yang juga melibatkan partisipasi aktif banyak pihak.
Pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat sangat mendukung kelestarian Tradisi Rombekan. Mereka melihatnya sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Desa Kauman yang perlu dijaga dan diturunkan kepada generasi mendatang. Semangat untuk melestarikan tradisi semacam ini sejalan dengan seruan para pemimpin daerah, seperti Bupati Sidoarjo yang mengajak masyarakat melanjutkan perjuangan pahlawan dengan karya nyata, termasuk dalam melestarikan budaya lokal.
Tradisi Rombekan tidak hanya menyajikan tontonan yang menarik, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya bersyukur, berbagi, dan menjaga warisan budaya. Ini adalah cerminan kekayaan budaya Indonesia yang tak ternilai harganya. Untuk liputan mendalam terkait berbagai tradisi budaya di Indonesia, tetap ikuti Azka.id.