Key Highlights

  • GAPASDAP menyerukan agar sterilisasi Pelabuhan Ketapang menjadi landasan untuk membangun budaya keselamatan yang permanen.
  • Penataan ini harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan pelabuhan yang aman dan efisien.
  • Langkah ini diharapkan meningkatkan keamanan penumpang dan kelancaran operasional transportasi laut secara berkelanjutan.

Ketapang, Banyuwangi – Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) menggarisbawahi pentingnya sterilisasi yang tengah berlangsung di Pelabuhan Ketapang. Mereka menyatakan bahwa upaya ini bukan sekadar penataan fisik semata, melainkan sebuah momentum krusial untuk menanamkan dan membangun budaya keselamatan yang kuat serta berkelanjutan di lingkungan pelabuhan.

Pernyataan ini muncul di tengah berbagai upaya pemerintah dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan di salah satu gerbang utama menuju Pulau Bali tersebut. Sterilisasi yang dilakukan mencakup penertiban area dari aktivitas ilegal dan penataan alur kendaraan maupun penumpang.

Lebih dari Sekadar Penertiban Fisik

GAPASDAP berpandangan bahwa proses sterilisasi ini harus dilihat sebagai kesempatan emas untuk mereformasi pola pikir dan perilaku semua pihak yang terlibat dalam operasional pelabuhan. Ini termasuk pengelola, operator kapal, pekerja, hingga para pengguna jasa penyeberangan.

Budaya keselamatan, menurut GAPASDAP, adalah kesadaran kolektif dan komitmen untuk selalu memprioritaskan keamanan dalam setiap aspek kegiatan. Hal ini jauh melampaui kepatuhan terhadap regulasi, menuntut internalisasi nilai-nilai keselamatan sebagai bagian integral dari rutinitas harian.

Div style='background:#f8f9fa; padding:15px; border-left:4px solid #007bff; margin:20px 0;'>💡 Did You Know? Pelabuhan Ketapang, yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur, merupakan salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia, menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali melalui Selat Bali dan menjadi jalur vital bagi distribusi logistik serta mobilitas pariwisata.

Kolaborasi Multi-Pihak adalah Kunci

Membangun budaya keselamatan yang kokoh membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan. GAPASDAP menekankan perlunya koordinasi yang erat antara PT ASDP sebagai operator pelabuhan, Kementerian Perhubungan, kepolisian, serta asosiasi pengusaha dan para operator kapal.

Edukasi dan sosialisasi secara terus-menerus mengenai standar keselamatan, prosedur darurat, serta hak dan kewajiban setiap pihak sangat diperlukan. Langkah-langkah preventif harus diutamakan, didukung oleh infrastruktur yang memadai dan sistem pengawasan yang efektif.

Dampak Positif Jangka Panjang

Penguatan budaya keselamatan di Pelabuhan Ketapang akan membawa dampak positif yang signifikan. Selain meningkatkan rasa aman bagi penumpang, ini juga akan meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko insiden atau kecelakaan. Citra pelabuhan sebagai pintu gerbang yang aman dan teratur juga akan semakin meningkat.

Pendekatan holistik dalam memandang keselamatan, serupa dengan bagaimana kita mengatasi masalah kesehatan kronis dengan mencari ramuan herbal yang menyasar akar masalah, juga relevan di sini. Bukan hanya membersihkan permukaan, tetapi juga memperbaiki sistem yang mendasarinya.

Melalui sterilisasi dan penataan yang berkelanjutan, Pelabuhan Ketapang diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelabuhan lain di Indonesia dalam menerapkan standar keselamatan yang tinggi. Hal ini akan berkontribusi pada terciptanya ekosistem transportasi laut yang lebih andal dan manusiawi.

Untuk lebih banyak informasi terkini dan analisis mendalam, terus ikuti Azka.id.