Key Highlights

  • Persebaya Surabaya berhasil meraih gelar juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung.
  • Kemenangan ditentukan melalui drama adu penalti yang berakhir 5-4 untuk Bajul Ijo setelah skor 1-1 di waktu normal dan tambahan.
  • Stadion Gelora Bung Karno menjadi saksi bisu pertandingan final yang berlangsung sangat ketat dan penuh emosi.

Drama Penuh Emosi di Final Piala Presiden 2026

Jakarta – Stadion Gelora Bung Karno (GBK) menjadi saksi bisu laga puncak Piala Presiden 2026 yang mempertemukan dua raksasa sepak bola Indonesia, Persebaya Surabaya dan Persib Bandung. Pertandingan yang dinanti-nanti ini berakhir dengan kemenangan dramatis Persebaya melalui adu penalti.

Peluit akhir babak tambahan waktu berbunyi, papan skor tetap menunjukkan angka 1-1. Gol pembuka Persebaya dicetak oleh striker andalan mereka, Rizky Ridho, pada menit ke-35. Keunggulan tersebut mampu disamakan oleh Persib di babak kedua melalui tendangan keras Marc Klok pada menit ke-62, membuat puluhan ribu pasang mata di GBK menahan napas.

Ketegangan Adu Penalti

Adu penalti pun tak terhindarkan, menambah ketegangan yang sudah memuncak. Masing-masing tim menunjukkan mental baja saat para algojo melangkah maju. Kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, tampil heroik dengan melakukan dua penyelamatan gemilang yang krusial.

Tendangan penalti penentu dieksekusi dengan sempurna oleh kapten Persebaya, Alwi Slamat. Bola melesat mulus ke gawang Persib, mengubah skor adu penalti menjadi 5-4. Sontak, seluruh penggawa Persebaya dan para Bonek yang memadati stadion meledak dalam euforia.

Perjalanan Gemilang Bajul Ijo

Kemenangan ini menjadi puncak perjalanan impresif Persebaya di turnamen pra-musim bergengsi ini. Mereka tampil konsisten sejak fase grup, menunjukkan kekompakan tim dan strategi jitu dari pelatih Aji Santoso.

Bajul Ijo, julukan Persebaya, berhasil menyingkirkan lawan-lawan tangguh di babak gugur, termasuk PSM Makassar di semifinal. Semangat juang yang tak pernah padam menjadi kunci keberhasilan mereka melangkah hingga partai puncak.

Respon Pendukung dan Rivalitas Abadi

Euforia kemenangan Persebaya tidak hanya terasa di Jakarta, tetapi juga merambat ke seluruh penjuru Surabaya. Ribuan Bonek, sebutan untuk suporter setia Persebaya, tumpah ruah di jalanan merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka.

Rivalitas antara Persebaya dan Persib selalu menyajikan pertandingan yang sarat emosi dan gengsi. Kali ini, Persebaya yang keluar sebagai pemenang, menambah koleksi trofi mereka sekaligus membuktikan dominasi di turnamen ini.

Di tengah kegembiraan ini, masyarakat Surabaya juga terus bergerak maju, menunjukkan semangat kebersamaan. Seperti halnya upaya Bea Cukai Juanda yang mendapat apresiasi dari GP Ansor Jatim, keberhasilan kolektif menjadi cerminan kekuatan komunitas. GP Ansor Jatim Apresiasi Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika: 'Negara Tak Boleh Kalah dari Jaringan Internasional'.

Sementara itu, Persib Bandung patut diacungi jempol atas perjuangan gigih mereka. Meskipun harus puas sebagai runner-up, Maung Bandung telah menunjukkan kualitas dan mentalitas juara sepanjang turnamen. Mereka memberikan perlawanan sengit hingga menit terakhir.

Piala Presiden 2026 ini bukan hanya ajang pemanasan, tetapi juga barometer kekuatan tim jelang Liga 1 musim depan. Persebaya kini memiliki momentum positif untuk menyongsong kompetisi liga dengan kepercayaan diri tinggi.

Untuk liputan berita sepak bola terkini dan analisis mendalam lainnya, ikuti terus Azka.id.