Key Highlights

  • Petrokimia Gresik meluncurkan program School Lab Farming untuk memperkenalkan pertanian modern.
  • Ratusan siswa dari berbagai sekolah di Gresik terlibat aktif dalam edukasi ini.
  • Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan minat generasi muda pada sektor pertanian dan teknologi.

Gresik, AZKA ID – PT Petrokimia Gresik, sebagai bagian dari Pupuk Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian nasional. Kali ini, mereka merangkul generasi muda melalui program inovatif ‘School Lab Farming’ yang berhasil mengenalkan pertanian modern kepada ratusan siswa di Kabupaten Gresik.

Program ini dirancang untuk membuka wawasan siswa tentang berbagai teknologi dan praktik terbaru dalam dunia agrikultur. Sejak awal pelaksanaannya, inisiatif ini telah menarik perhatian banyak pihak, terutama di kalangan pendidikan yang melihat potensi besar dalam membentuk petani masa depan yang cerdas dan adaptif.

Transformasi Pertanian dalam Genggaman Siswa

Melalui School Lab Farming, siswa tidak hanya diajak mengenal teori, namun juga praktik langsung budidaya tanaman dengan metode hidroponik, akuaponik, hingga pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan pertumbuhan. Fasilitas laboratorium pertanian mini yang disediakan memungkinkan siswa bereksperimen dan memahami konsep-konsep pertanian berkelanjutan.

Para siswa diajarkan tentang pentingnya efisiensi sumber daya, penggunaan pupuk yang tepat, dan teknik-teknik mitigasi risiko dalam pertanian. Pembelajaran ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.

💡 Did You Know? Indonesia memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar, mencapai sekitar 190 juta hektar. Namun, pemanfaatan teknologi modern seperti hidroponik dan aeroponik masih terus digalakkan untuk memaksimalkan hasil panen di lahan terbatas serta kondisi perkotaan.

Lebih dari seratus siswa dari jenjang Sekolah Dasar hingga Menengah Atas terlibat dalam sesi-sesi interaktif. Mereka antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari penyemaian bibit, perawatan, hingga panen. Pengalaman langsung ini diharapkan dapat mematahkan stigma bahwa pertanian adalah bidang yang kuno dan tidak menarik bagi kaum milenial.

Mencetak Generasi Pertanian Berbasis Teknologi

Pihak Petrokimia Gresik menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mereka dalam regenerasi petani. Dengan memperkenalkan pertanian berbasis teknologi sejak dini, diharapkan akan lahir inovator-inovator muda yang mampu membawa sektor pertanian Indonesia ke tingkat yang lebih maju.

“Kami percaya bahwa masa depan pertanian ada di tangan generasi muda. Dengan School Lab Farming, kami ingin menunjukkan bahwa pertanian itu keren, modern, dan penuh peluang,” ujar salah satu perwakilan Petrokimia Gresik dalam keterangannya. Mereka menambahkan, program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan nasional.

Program ini juga menjadi jembatan bagi siswa untuk memahami peran industri pendukung pertanian seperti Petrokimia Gresik. Mereka diajak melihat bagaimana inovasi produk pupuk dan nutrisi tanaman berkontribusi terhadap keberhasilan budidaya modern. Edukasi ini juga menyentuh aspek ekonomi, membuka pandangan siswa terhadap peluang kewirausahaan di bidang agribisnis.

Inisiatif School Lab Farming diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Petrokimia Gresik berencana untuk terus mengembangkan program serupa dan menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai wilayah. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pembangunan kapasitas di sektor pertanian terus berlanjut, didukung oleh semangat dan inovasi dari generasi mendatang.

Ikuti Azka.id untuk liputan berita terkini dan analisis mendalam seputar inovasi di Indonesia.